Monday, June 17, 2013

Mentimun, si Hijau yang Menyehatkan

Posted by Unknown at 1:14 AM 0 comments
Mentimun atau lebih akrab dengan nama timun tentu jenis buah yang sudah sangat akrab dengan kita, buah ini dimanfaatkan sebagai pendamping makanan seperti pada lalapan, atau sebagai masker wajah.

Timun memiliki banyak manfaat untuk tubuh kita, baik untuk kesehatan maupun kecantikan. Berikut ini adalah beberapa manfaat yang dikandung oleh mentimun. Mentimun memiliki kandungan 0,65 % protein, 0,1 % lemak dan karbohidrat sebanyak 2,2 %. Juga mengandung kalsium, zat besi, magnesium, fosforus, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2 dan vitamin C.

Timun dikatakan juga mengandung 35.100 – 486.700 ppm asam linoleat sebagai suku cucurbitaceae yang biasanya mengandung kukurbitasin, mentimun kemungkinan juga mengandung senyawa tersebut. Kukurbitasin merupakan senyawa yang mempunyai aktivitas sebagai anti tumor.

Anda pasti tidak membayangkan betapa bermanfaat mentimun yang anda konsumsi setiap hari, apalagi anda yang hidup dalam budaya makan lalapan. Nah, berikut ini manfaat-manfaat yang terkandung dalam mentimun :



1. Menghidrasi tubuh dan mengisi ulang vitamin harian

Mentimun mengandung air hingga sebanyak 95 persen yang dapat menjaga tubuh tetap terhidrasi sambil membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Mentimun juga mengandung sebagian besar vitamin yang dibutuhkan tubuh dalam satu hari.

Cucilah mentimun sampai bersih dan jangan mengupas kulitnya karena kulit mentimun mengandung sekitar 10 persen vitamin C dari yang dibutuhkan tubuh dalam sehari.

2. Perawatan kulit dan rambut

Orang yang tidak suka makan mentimun masih dapat memperoleh manfaat dari mentimun untuk perawatan kulit dan rambut. Mentimun dapat digunakan untuk mengatasi iritasi kulit atau menenangkan kulit yang terbakar matahari.

Sifat anti-inflamasi mentimun juga dapat mengurangi mata bengkak dengan cara meletakkan irisan mentimun pada mata. Silikon dan belerang dalam mentimun juga dapat membantu untuk merangsang pertumbuhan rambut.

3. Melawan kanker

Mentimun diketahui mengandung lariciresinol, pinoresinol, dan secoisolariciresinol yang telah dikaitkan terhadap penurunan risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker payudara, kanker ovarium, kanker rahim dan kanker prostat.

4. Perawatan rumah

Menggosok cermin atau kaca jendela dengan mentimun dapat mengatasi cermin berkabut sehingga Anda dapat mengurangi penggunaan bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan untuk membersihkan rumah.

5. Meredakan bau mulut

Ambillah seiris mentimun dan tekan ke langit-langit mulut dengan lidah selama 30 detik. Phytochemcials dalam mentimun dapat membunuh bakteri dalam mulut yang menyebabkan bau mulut.

6. Mengurangi nyeri ketika sakit kepala

Makan beberapa iris mentimun sebelum tidur untuk meredakan sakit kepala. Mentimun mengandung gula alami, vitamin gula B dan elektrolit untuk menambah nutrisi penting dan mengurangi intensitas sakit kepala.

7. Membantu penurunan berat badan dan memperlancar pencernaan

Karena kalori yang rendah dan kandungan air yang tinggi, mentimun adalah makanan yang ideal untuk orang yang menjalani program penurunan berat badan. Kandungan air yang tinggi dan serat makanan dalam mentimun sangat efektif untuk membersihkan sistem pencernaan dari racun. Konsumsi harian mentimun dianggap dapat mengobati sembelit kronis.

8. Mengobati diabetes, mengurangi kolesterol dan mengontrol tekanan darah

Jus mentimun mengandung hormon yang dibutuhkan oleh sel-sel pankreas untuk memproduksi insulin dan sangat bermanfaat bagi penderita diabetes. Para peneliti menemukan bahwa senyawa yang disebut sterol di dalam mentimun dapat membantu mengurangi kadar kolesterol.

Mentimun juga mengandung banyak potasium, magnesium dan serat yang bekerja efektif mengatur tekanan darah. Hal ini membuat mentimun baik untuk merawat tekanan darah rendah dan tekanan darah tinggi.

9. Meningkatkan kesehatan sendi, meredakan encok dan radang sendi

Mentimun adalah sumber silika, yang dikenal dapat memperkuat jaringan ikat. Selain itu mentimun juga kaya akan vitamin A, B1, B6, C & D, Folat, Kalsium, Magnesium, dan Kalium. Ketika dicampur dengan jus wortel, mentimun juga dapat meringankan asam urat dan nyeri artritis dengan menurunkan kadar asam urat. 

Tuesday, June 4, 2013

RANDOM

Posted by Unknown at 3:57 AM 0 comments

                    
Layang-layang putus dari talinya, tak tau kemana kan terbang lalu jatuh~~~ Random


Daun jatuh dari dahannya, tak tau kemana dia kan terhempas terbawa angin~~~Random

Hujan turun di musim kemarau, tak tau kapan kan reda~~~Random

Berada di gurun pasir tanpa kompas, tak tau kemana  arah yang ingin dituju~~~Random

Ombak besar menerjang pantai, tak tau benda apa saja yang terhempas terbawa arus~~~Random

Detak jarum jam terdengar jelas, tak tau kapan Dia membuatnya berhenti~~~Random

Perasaan yang berbunga-bunga, tak tau kapan layu dan hilang rasa~~~Random

Seperti otakku yang~~~Random

Entah kapan berhenti bertanya ~~~~~~~~~

Entah kapan~~~Random

Hanya ketetapanNya yang Tak Pernah~~~Random

Monday, June 3, 2013

Setengah Porsi Sayuran Cegah Diabetes

Posted by Unknown at 7:38 PM 0 comments
Tubuh membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energi dan akan menyimpannya dalam bentuk gula atau lemak jika ada kelebihan. Pada penderita diabetes melitus (DM), karbohidrat sebaiknya dibatasi dan diganti dengan lebih banyak sayuran.

Yang sering tidak disadari adalah bahwa nasi bukan satu-satunya sumber energi. Beberapa jenis makanan lainnya juga mengandung karbohidrat sebagai sumber energi misalnya keripik, kentang, permen dan beberapa jenis buah-buahan. Bahkan lemak dan protein juga menyumbang 30-40 persen kebutuhan energi.

Hal ini ditekankan oleh Head of Division Nutrifood Research Center, Susana, STP., M.Sc., PDEng saat menjadi pembicara dalam acara bincang media dengan tema 'Nutrisi Seimbang untuk Cegah dan Atasi Diabetes', Selasa (11/5/2010) di Jakarta.

Pada penderita DM, terjadi gangguan fungsi insulin sehingga tidak mampu menyalurkan gula darah hasil penguraian karbohidrat ke sel, untuk diubah menjadi energi. Karenanya, kelebihan konsumsi karbohidrat akan membuat kadar gula darah meningkat.

Untuk mencegah penumpukan gula di darah, maka konsumsi gula dan karbohidrat harus dibatasi. Penyajiannya dalam menu makan hendaknya cukup 60-70 persen dari kebutuhan energi.

Mudahnya, jika 1/4 dari porsi makan diisi karbohidrat maka kebutuhan energi sudah tercukupi. Lauk pauk cukup 1/4 porsi, dan porsi paling besar yakni 1/2 adalah jatah untuk sayur-sayuran.

Sayuran mengandung banyak serat, salah satu bentuk karbohidrat yang tidak diserap oleh tubuh. Selain baik untuk perncernaan, sayur memiliki Glycemic Index (GI) dan Glycemic Load (GL) yang sangat rendah sehingga baik untuk orang yang mengalami gangguan fungsi insulin.

GI merupakan angka yang menunjukkan seberapa cepat kenaikan kadar gula dalam darah dalam tubuh setelah mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat. Dikatakan memiliki GI rendah jika nilainya 0-55, sedang jika nilainya 56-69, dan tinggi jika nilainya 70 ke atas.

Sedangkan GL merupakan hasil perkalian GI dengan jumlah karbohidrat dalam sekali penyajian, dihitung dengan rumus: (GI/100) x jumlah karbohidrat. Dikatakan rendah jika nilainya 0-10, sedang jika nilainya 11-19, tinggi jika nilainya lebih dari 20.

Dua jenis makanan dengan GI sama bisa saja memiliki GL berbeda, misalnya semangka dengan donat. Sama-sama memiliki GI sebesar 72, tetapi komposisi semangka lebih banyak mengandung air daripada karbohidrat. Jika sama-sama disajikan dalam takaran 100 gram, maka GL semangka adalah 26 sementara GL donat 72.

Selain mengatur porsi makan, Susana juga menyampaikan beberapa tips lain seputar pembatasan konsumsi gula dan karbohidrat. Di antaranya adalah sebagai berikut:
  1. Batasi konsumsi gula pasir maksmimal 6 sendok teh perhari, atau ganti dengan pemanis buatan
  2. Batasi porsi karbohidrat, tidak lebih dari 70 persen kebutuhan energi (kurang lebih 700 gram nasi putih)
  3. Tingkatkan konsumsi serat
  4. Pilih nasi merah karena karbohidratnya lebih kompleks daripada nasi putih
  5. Pilih roti gandum utuh daripada roti putih.

Penyakit Huntington

Posted by Unknown at 7:24 PM 0 comments
Penyakit Huntington, chorea, atau gangguan (HD), adalah gangguan genetik tidak dapat disembuhkan neurodegenerative yang mempengaruhi koordinasi otot dan beberapa fungsi kognitif, biasanya menjadi nyata dalam usia pertengahan. Ini adalah penyebab genetik yang paling umum yang abnormal gerakan menggeliat disengaja disebut chorea. Hal ini jauh lebih umum pada orang keturunan Eropa Barat dibandingkan pada mereka dari Asia atau Afrika. Penyakit ini disebabkan oleh mutasi dominan pada salah satu dari dua salinan gen tertentu, yang terletak pada kromosom 4. Setiap anak dari orangtua yang terkena memiliki kesempatan 50% dari mewarisi penyakit. Dalam situasi yang jarang di mana kedua orang tua memiliki gen terpengaruh, atau salah satu induk memiliki dua salinan terpengaruh, kesempatan ini sangat meningkat. Gejala fisik dari penyakit Huntington dapat mulai setiap usia dari bayi sampai usia tua, tetapi biasanya dimulai antara 35 dan 44 tahun. Pada kesempatan langka, bila gejala mulai sebelum sekitar 20 tahun, mereka maju lebih cepat dan sedikit berbeda, dan penyakit ini diklasifikasikan sebagai remaja, varian HD akinetic-kaku atau Westphal.
Gen Huntingtin biasanya memberikan kode genetik untuk protein yang juga disebut "huntingtin". Mutasi gen Huntingtin kode untuk bentuk yang berbeda dari protein, yang kehadirannya mengakibatkan kerusakan bertahap ke daerah tertentu dari otak. Cara yang tepat ini terjadi adalah tidak sepenuhnya dipahami. Pengujian genetik, yang telah dimungkinkan sejak penemuan mutasi, dapat dilakukan sebelum timbulnya gejala pada kerabat seorang individu yang terkena, sebagai uji antenatal, dan juga pada tes-tabung embrio, meningkatkan perdebatan etis. Konseling genetik telah dikembangkan untuk menginformasikan dan membantu individu mempertimbangkan pengujian genetik dan telah menjadi model untuk penyakit genetik dominan.
Cara yang tepat HD mempengaruhi individu bervariasi dan dapat berbeda bahkan antara anggota keluarga yang sama, tapi gejala kemajuan ditebak bagi kebanyakan individu. Gejala-gejala awal adalah kurangnya koordinasi dan gaya goyah. Sebagai kemajuan penyakit, tidak terkoordinasi, gerakan tubuh menjadi lebih jelas dendeng, bersama dengan penurunan kemampuan mental dan masalah perilaku dan kejiwaan. Kemampuan fisik secara bertahap terhambat sampai gerakan terkoordinasi menjadi sangat sulit, dan kemampuan-kemampuan mental umum penurunan menjadi demensia. Meskipun gangguan itu sendiri tidak fatal, komplikasi seperti pneumonia, penyakit jantung, dan cedera fisik dari jatuh mengurangi harapan hidup menjadi sekitar dua puluh tahun setelah gejala dimulai. Tidak ada obat untuk HD, dan penuh waktu perawatan sering diperlukan pada tahap akhir dari penyakit, tetapi ada perawatan muncul untuk meringankan beberapa gejala.
Organisasi pendukung self-help, pertama kali didirikan pada tahun 1960 dan meningkatkan jumlahnya, telah bekerja untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, untuk memberikan dukungan bagi individu dan keluarga mereka, dan untuk mempromosikan penelitian. Organisasi-organisasi ini berperan dalam menemukan gen pada tahun 1993. Sejak saat itu telah ada penemuan penting setiap beberapa tahun dan pemahaman tentang penyakit ini membaik. Arah penelitian saat ini termasuk menentukan mekanisme yang tepat dari penyakit, meningkatkan model hewan untuk mempercepat penelitian, uji klinis obat-obatan untuk mengobati gejala atau memperlambat perkembangan penyakit, dan mempelajari prosedur seperti terapi sel induk dengan tujuan untuk memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh penyakit ini.

Recent Huntington's Disease News

Sosiologi dalam bidang kesehatan

Posted by Unknown at 6:37 PM 0 comments


Sosiologi kesehatan merupakan cabang sosiologi yang relatif baru. Di masa lalu dalam sosiologi telah lama dikenal cabang sosiologi, sosiologi medis, yang merupakan pendahulu sosiologi kesehatan dan terkait erat dengannya. Menurut Kendall dan Reader, sosiologi mengenai bidang medis mengulas masalah yang menjadi perhatian sosiologi profesi dan sosiologi organisasi. Sedangkan menurut Straus sosiologi dalam bidang medis merupakan penelitian dan pengajaran bersama yang sering melibatkan pengintegrasian konsep, teknik dan personalia dari berbagai disiplin, dalam mana sosiologi digunakan sebagai pelengkap bidang medis. Dalam perkembangan selanjutnya perhatian sosiologi medis meluas ke berbagai masalah kesehatan di luar bidang medis. Dengan demikian, berkembanglah bidang sosiologi kesehatan. Para ahli pun membedakan antara sosiologi mengenai kesehatan dan sosiologi dalam kesehatan. Menurut Wilson sosiologi mengenai kesehatan adalah pengamatan dan analisis dengan mengambil jarak, yang terutama dimotivasi oleh suatu masalah sosiologi, sedangkan sosiologi dalam kesehatan adalah penelitian dan pengajaran yang lebih bercirikan keintiman, terapan dan kebersamaan yang terutama didorong oleh adanya masalah kesehatan. Menurut Wolinsky orientasi para ahli sosiologi kesehatan lebih tertuju pada masalah kesehatan, bukan pada masalah sosiologi sehingga sosiologi kesehatan cenderung miskin teori. Namun, sosiologi kesehatan merupakan bidang yang muda dan hingga kini bidang sosiologi medis masih tetap dominan.
Konsep kesehatan dengan cakupan luas kita jumpai pula dalam pandangan Blum, dimana ia mengemukakan bahwa kesehatan manusia terdiri atas tiga unsur, yaitu kesehatan somatik, kesehatan psikis, dan kesehatan sosial. Sedangka menurut definisi Parson seseorang dianggap sehat manakala ia mempunyai kapasitas optimum untuk melaksanakan peran dan tugas yang telah dipelajarinya melalui proses sosialisasi, lepas dari soal apakah secara ilmu kesehatan ia sehat atau tidak. Jadi, kesehatan sosiologis seseorang bersifat relatif karena tergantung pada peran yang dijalankannya dalam masyarakat. Namun ternyata definisi kesehatan yang mirip dengan ketiga macam definisi tersebut diatas serupa kita jumpai pula di kalangan masyarakat. Menurut hasil penelitian di Inggris di kalangan masyarakat awam pun dijumpai definisi negatif, definisi fungsional, dan definisi positif. Parson memandang masalah kesehatan dari sudut pandang kesinambungan sistem sosial. Dari sudut pandang ini tingkat kesehatan terlalu rendah atau tingkat penyakit terlalu tinggi mengganggu berfungsinya sistem sosial karena gangguan kesehatan menghalangi kemampuan anggota masyarakat untuk dapat melaksanakan peran sosialnya. Selain mengganggu berfungsinya manusia sebagai suatu sistem biologis, penyakit pun mengganggu penyesuaian pribadi dan sosial seseorang karena masyarakat berkepentingan terhadap pengendalian mortalitas dan morbiditas.
Dalam sosiologi kesehatan dikenal beberapa istilah yang menunjukkan sumbangan atau peran sosiologi pada bidang kesehatan, yaitu :
1. Sosiology in Medicine
   Sosiolog yang bekerjasama secara langsung dengan dokter dan staf kesehatan lainnya di dalam mempelajari faktor sosial yang relevan dengan terjadinya gangguan kesehatan ataupun sosiolog berusaha berhubungan langsung dengan perawatan pasien atau untuk memecahkan problem kesehatan masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa fenomena sosial dapat menjadi faktor penentu atau mempengaruhi orang-orang untuk menangani penyakit atau mempengaruhi kesehatan mereka ataupun tingkah laku lain saaat sedang sait maupun setelah sakit.
2. Sosiology of Medicine
   Berhubungan dengan organisasi, nilai, kepercayaan terhadap praktek kedokteran sebagai bentuk dari perilaku manusia yang berada dalam lingkup pelayanan kesehatan, misalnya bentuk pelayanan kesehatan, sumberdaya manusia untuk membangun kesehatan dan pelatihan bagi petugas kesehatan.
3. Sosiology for Kesehatan
   Berhubungan dengan strategi metodologi yang yang dikembangkan sosiologi untuk kepentingan bidang pelayanan kesehatan. Misalnya teknik skala pengukuran Thurstone, Likert, Guttman yang membantu mengenali atau mengukur skala sikap. Peran ini juga meliputi peosedur matematis multivariate serta analisis faktor dan analisis jaringan yang biasa digunakan para sosiolog dalam mengumpulkan data atau menjelaskan hasil penelitian.
4. Sociology From Medicine
   Menganalisa lingkungan kedokteran dari perspektif social. Misalnya bagaimana pola pendidikan, perilaku, gaya hidup, para dokter, atau sosialisasi mahasiswa kedokteran selama mengikuti pendidikan kedokteran.
5. Sociology at Medicine
    Merupakan bagian yang lebih banyak mengamati orientasi politik dan ideology yang berhubungan dengan kesehatan. Misalnya bagaimana suatu struktur pengobatan cara barat akan mempengaruhi perubahan pola pengobatan sekaligus merubah pola interaksi masyarakat.
6. Sociology Around Medicine
  Menunjukkan bagaimana sosiologi menjadi bagian atau berinteraksi dengan ilmu lain seperti antropologi, ekonomi, etnologi, filosofi hukum maupun bahasa.
  
  Pernyataan yang mengemuka bahwa perspektif sosiologi utama yang dirasakan bermanfaat untuk diterapkan dalam bidang kesehatan adalah konsep struktur. Suatu konsep yang menunjukkan adanya unsur-unsur umum yang senantiasa terdapat pada setiap situasi dan interaksi. Dengan membayangkan sikap umum yang biasa terjadi dalam interaksi antara dokter-pasien maka akan didapat suatu model atau gambaran mengenai segala sesuatu yang terjadi dan dapat dimengerti mengenai apa yang keliru dan apa penyebabnya. Dari segi sosiologi setiap individu memainkan peran dalam semua situasi sosial. Hal ini mengingatkan kita pada hukum-hukum yang terlibat dalam menjalankan peran dan juga mengingatkan kita pada hukum-hukum yang terlibat dalam menjalankan peran dan juga mengingatkan kita kepada sifat-sifat umum dari seorang dokter, pasien, istri, anak dan seterusnya. Artinya bahwa situasi yang dibentuk secara formil sebenarnya bisa dianalisis secara nyata di masyarakat.
            Dalam menganalisis situasi kesehatan, sosiologi bermanfaat untuk mempelajari cara orang mencari pertolongan medis (help-seeking). Selain itu, perhatian sosiologi terhadap perilaku sakit umumnya dipusatkan pada pemahaman penduduk mengenai gejala penyakit serta tindakan yang dianggap tepat menurut tata nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Manfaat sosiologi yang lain adalah menganalisis faktor-faktor social dalam hubungannya dengan etiolog penyakit. Aspek lain yang menjadikan sosiologi bermanfaat bagi praktek medis bahwa sakit dan cacat fisik selain sebagai kenyataan sosial sekaligus juga sebagai kenyataan medis. Manfaat sosiologi berikutnya juga memberikan analisis tentang hubungan dokter-pasien. Dikemukakan bahwa hubungan tersebut meliputi konflik potensial, seperti konflik kepentingan pasien dengan kepentingan keluarga dan dokter. Penelitian menunjukkan bahwa beberapa sikap yang kebanyakan ditunjukkan dokter memperlihatkan bahwa mereka kurang memahami konflik tersebut. Mereka hanya berpegang pada moto tertentu yang ditanamkan pada diri dan diproses dalam situasi latar belakang pendidikan formal dan informalnya guna menghadapi konflik tersebut.


Sumber Pustaka:
Sudarma, Momon. 2008. Sosiologi Untuk Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika.

Saturday, June 1, 2013

Penyakit Lupus Lebih Sering Menyerang Wanita

Posted by Unknown at 2:23 AM 0 comments

Lupus Eritematosus Sistemik ( LES ) adalah penyakit reumatik autoimun yang ditandai adanya inflamasi tersebar luas, yang mempengaruhi setiap organ atau sistem dalam tubuh. Penyakit ini berhubungan dengan deposisi autoantibodi dan kompleks imun sehingga mengakibatkan kerusakan jaringan1. Penyakit ini menyerang wanita muda dengan insiden puncak usia 15-40 tahun selama masa reproduktif dengan ratio wanita dan pria 5:1

Secara sederhana penyakit lupus dapat diartikan sebagai kebalikan dari penyakit HIV AIDS, jika pada HIV sindrom terjadi karena penderita imunitasnya menurun akibat virus HIV sedangkan pada lupus, penderita justru kelebihan imunitas sehingga sel-sel pertahanan tubuh merusak organnya sendiri.

Ada tiga jenis lupus, yaitu :
  • Lupus Eritematosus Sistemik (LES), dapat menimbulkan komplikasi seperti lupus otak, lupus paru-paru, lupus pembuluh darah jari-Jari tangan atau kaki, lupus kulit, lupus ginjal, lupus jantung, lupus darah, lupus otot, lupus retina, lupus sendi, dan lain-lain.
  •  Lupus Diskoid, lupus kulit dengan manifestasi beberapa jenis kelainan kulit. Termasuk paling banyak menyerang.
  • Lupus Obat, yang timbul akibat efek samping obat dan akan sembuh sendiri dengan memberhentikan obat terkait. Umumnya berkaitan dengan pemakaian obat hydralazine (obat hipertensi) dan procainamide (untuk mengobati detak jantung yang tidak teratur).

Etiopatogenesis atau penyebab dari LES masih belum diketahui secara jelas, dimana terdapat banyak bukti bahwa patogenesis LES bersifat multifaktoral seperti faktor genetik,faktor lingkungan, dan faktor hormonal terhadap respons imun.

  1. Faktor genetik : studi yang berhubungan dengan HLA (Human Leucocyte Antigens) yang mendukung konsep bahwa gen MHC (Major Histocompatibility Complex) mengatur produksi autoantibodi spesifik. Penderita lupus (kira-kira 6%) mewarisi defisiensi komponen komplemen, seperti C2,C4, atau C1q14-15. Kekurangan komplemen dapat merusak pelepasan sirkulasi kompleks imun oleh sistem fagositosit mononuklear sehingga membantu terjadinya deposisi jaringan. Defisiensi C1q menyebabkan sel fagosit gagal membersihkan sel apoptosis sehingga komponen nuklear akan menimbulkan respon imun.
  2. Lingkungan : seperti paparan sinar matahari, stres, beberapa jenis obat, dan virus. Oleh karena itu, bagi para penderita Lupus dianjurkan keluar rumah sebelum pukul 09.00 atau sesudah pukul 16.00. Dan saat bepergian, penderita memakai sun block atau sun screen (pelindung kulit dari sengatan sinar matahari) pada bagian kulit yang akan terpapar.
  3. Hormonal : penyakit yang dominan menyerang perempuan, karena tingginya tingkat hormon estrogen (hormon pada perempuan) dibanding hormon androgen (hormon pada laki-laki).  Pada pasien Lupus pada perempuan , selain mengalami rasa sakit akibat serangan Lupus, umumnya pada kelompok perempuan masalah perubahan fisik atau bentuk badan bisa menjadi penambah masalah psikologis bagi penderita Lupus pada perempuan.  Perubahan bentuk tubuh, umumnya bagi perempuan akan mempengaruhi perubahan citra tubuh. 
Berdasarkan ACR (American College Rheumatology) orang yang didiagnosis lupus harus memenuhi 4 dari 11 gejala yang ada, berikut yaitu :









 

My Journey And Dream Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting