Lupus
Eritematosus Sistemik ( LES ) adalah penyakit reumatik autoimun yang ditandai
adanya inflamasi tersebar luas, yang mempengaruhi setiap organ atau sistem
dalam tubuh. Penyakit ini berhubungan dengan deposisi autoantibodi dan kompleks
imun sehingga mengakibatkan kerusakan jaringan1. Penyakit ini menyerang wanita
muda dengan insiden puncak usia 15-40 tahun selama masa reproduktif dengan
ratio wanita dan pria 5:1
Secara
sederhana penyakit lupus dapat diartikan sebagai kebalikan dari penyakit HIV
AIDS, jika pada HIV sindrom terjadi karena penderita imunitasnya menurun akibat
virus HIV sedangkan pada lupus, penderita justru kelebihan imunitas sehingga
sel-sel pertahanan tubuh merusak organnya sendiri.
Ada
tiga jenis lupus, yaitu :
- Lupus Eritematosus Sistemik (LES), dapat menimbulkan komplikasi seperti lupus otak, lupus paru-paru, lupus pembuluh darah jari-Jari tangan atau kaki, lupus kulit, lupus ginjal, lupus jantung, lupus darah, lupus otot, lupus retina, lupus sendi, dan lain-lain.
- Lupus Diskoid, lupus kulit dengan manifestasi beberapa jenis kelainan kulit. Termasuk paling banyak menyerang.
- Lupus Obat, yang timbul akibat efek samping obat dan akan sembuh sendiri dengan memberhentikan obat terkait. Umumnya berkaitan dengan pemakaian obat hydralazine (obat hipertensi) dan procainamide (untuk mengobati detak jantung yang tidak teratur).
Etiopatogenesis
atau penyebab dari LES masih belum diketahui secara jelas, dimana terdapat
banyak bukti bahwa patogenesis LES bersifat multifaktoral seperti faktor
genetik,faktor lingkungan, dan faktor hormonal terhadap respons imun.
- Faktor genetik : studi yang berhubungan dengan HLA (Human Leucocyte Antigens) yang mendukung konsep bahwa gen MHC (Major Histocompatibility Complex) mengatur produksi autoantibodi spesifik. Penderita lupus (kira-kira 6%) mewarisi defisiensi komponen komplemen, seperti C2,C4, atau C1q14-15. Kekurangan komplemen dapat merusak pelepasan sirkulasi kompleks imun oleh sistem fagositosit mononuklear sehingga membantu terjadinya deposisi jaringan. Defisiensi C1q menyebabkan sel fagosit gagal membersihkan sel apoptosis sehingga komponen nuklear akan menimbulkan respon imun.
- Lingkungan : seperti paparan sinar matahari, stres, beberapa jenis obat, dan virus. Oleh karena itu, bagi para penderita Lupus dianjurkan keluar rumah sebelum pukul 09.00 atau sesudah pukul 16.00. Dan saat bepergian, penderita memakai sun block atau sun screen (pelindung kulit dari sengatan sinar matahari) pada bagian kulit yang akan terpapar.
- Hormonal : penyakit yang dominan menyerang perempuan, karena tingginya tingkat hormon estrogen (hormon pada perempuan) dibanding hormon androgen (hormon pada laki-laki). Pada pasien Lupus pada perempuan , selain mengalami rasa sakit akibat serangan Lupus, umumnya pada kelompok perempuan masalah perubahan fisik atau bentuk badan bisa menjadi penambah masalah psikologis bagi penderita Lupus pada perempuan. Perubahan bentuk tubuh, umumnya bagi perempuan akan mempengaruhi perubahan citra tubuh.
Berdasarkan ACR (American College Rheumatology) orang yang
didiagnosis lupus harus memenuhi 4 dari 11 gejala yang ada, berikut yaitu :

0 comments:
Post a Comment