Tuesday, May 28, 2013

Kanker Serviks, Faktor Resiko dan Deteksi Dini

Posted by Unknown at 7:00 PM

 


Kanker serviks atau kanker leher rahim atau disebut juga kanker mulut rahim merupakan salah satu penyakit keganasan di bidang kebidanan dan penyakit kandungan yang masih menempati posisi tertinggi sebagai penyakit kanker yang menyerang kaum perempuan

Kanker serviks merupakan jenis kanker penyebab kematian kedua terbanyak pada wanita di seluruh dunia, dengan insidens sebesar 25-40 per 100.000 wanita per tahun. Menurut American Social Health Association, sekitar 6,2 juta orang di Amerika Serikat terinfeksi Human papiloma Virus (HPV) setiap tahunnya. Sedangkan Globocan (2008) menunjukan data prevalensi HPV di populasi wanita Indonesia adalah sekitar 31%.
Penyebab pasti dari kanker serviks belum diketahui secara pasti namun salah satu factor resikonya adalah infeksi virus HPV

Infeksi HPV dan Kanker Serviks
Manusia adalah reservoar utama bagi HPV dan setiap individu dapat terinfeksi oleh lebih dari satu tipe HPV (infeksi multipel). Lebih dari 100 genotipe HPV telah teridentifikasi, 40 di antaranya menginfeksi sistem genitalia.Tipe HPV genitalia digolongkan berdasarkan asosiasi epidemiologis dengan kanker serviks. Infeksi HPV tipe low risk dapat menyebabkan perubahan sel-sel serviks yang bersifat benign atau low-grade, kutil kelamin, dan papillomatosis. HPV tipe high risk bersifat karsinogenik, cenderung berkembang menjadi kanker serviks atau kanker anogenital lainnya. HPV tipe high risk, meliputi tipe 16,18, 31, 33, 35, 39, 45, 51, 52, 56, 58, 59, 68, 69, 73, dan 82, dapat menyebabkan abnormalitas low-grade hingga high-grade pada sel-sel serviks yang merupakan precursor kanker. HPV adalah jenis virus dari keluarga Papillomaviridaedengan materi inti DNA untai ganda (double-stranded DNA) dan tidak memiliki selubung (envelope). HPV terdiri dari Early protein (E6 dan E7, yang diekspresikan pada awal infeksi) dan Late protein (L1 dan L2, yang berfungsi menghasilkan kapsid untuk virion baru). Genotipe HPV ditentukan oleh adanya variasi genetik di protein kapsid L1 dan L2, sedangkan yang bersifat onkogenik adalah E6 dan E7. Aktivasi protein onkogenik pada HPV tipe high risk menyebabkan terjadinya perubahan epigenetic pada beberapa promoter tumor suppressor gene (TSG) sehingga dapat menimbulkan kanker Beberapa studimenunjukkan protein E6 dan E7 pada HPV tipe low risk memiliki afinitas yang rendah terhadap TSG dibandingkan tipe high risk sehingga HPV tipe low risk tidak berpotensi menimbulkan kanker. Protein
E6 dan E7 pada HPV tipe low risk hanya berfungsi untuk menjaga stabilitas episom genomnya.
Kurang lebih 90% kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi HPV tipe high risk. Meskipun infeksi HPV tipe high risk dapat menyebabkan kanker serviks, mayoritas infeksi yang terjadi bersifat self-limiting.Hasil penelitian di tiga kota di Indonesia(Jakarta, Tasikmalaya, dan Bali) tahun 2004-2006, pada 2.686 wanita yang sudah menikah, menunjukkan bahwa prevalensi HPV tipe high risk adalah sekitar 7,9%. Prevalensi HPV tipe high risk pada 118 sampel dari beberapa rumah sakit rujukan di laboratorium KalGen adalah 6,8%, yaitu tipe 16 (2), 51 (1), 52 (2), 68 (2) dan 58 (1); tipe low risk yang terdeteksi adalah tipe 6,43 dan 44.
 


FAKTOR RESIKO LAINNYA….
1 Perilaku seksual
Banyak faktor yang disebut-sebut mempengaruhi terjadinya kanker serviks. Pada berbagai penelitian epidemiologi menunjukkan bahwa golongan wanita yang mulai melakukan hubungan seksual pada usia < 20 tahun atau mempunyai pasangan seksual yang berganti-ganti lebih berisiko untuk menderita kanker serviks. Faktor risiko lain yang penting adalah hubungan seksual suami dengan wanita tuna susila (WTS) dan dari sumber itu membawa penyebab kanker (karsinogen) kepada isterinya. Data epidemiologi yang tersusun sampai akhir abad 20, menyingkap kemungkinan adanya hubungan antara kanker serviks dengan agen yang dapat menimbulkan infeksi. Keterlibatan peranan pria terlihat dari adanya korelasi antara kejadian kanker serviks dengan kanker penis di wilayah tertentu. Lebih jauh meningkatnya kejadian tumor pada wanita monogami yang suaminya sering berhubungan seksual dengan banyak wanita lain menimbulkan konsep “Pria Berisiko Tinggi” sebagai vektor dari agen yang dapat menimbulkan infeksi. Banyak penyebab yang dapat menimbulkan kanker serviks, tetapi penyakit ini sebaiknya digolongkan ke dalam penyakit akibat hubungan seksual (PHS). Penyakit kelamin dan keganasan serviks keduanya saling berkaitan secara bebas, dan diduga terdapat korelasi non-kausal antara beberapa penyakit akibat hubungan seksual  dengan kanker serviks.

2 Kontrasepsi
Kondom dan diafragma dapat memberikan perlindungan. Kontrasepsi oral yang dipakai dalam jangka panjang yaitu lebih dari 5 tahun dapat meningkatkan risiko relatif 1,53 kali. WHO melaporkan risiko relatif pada pemakaian kontrasepsi oral sebesar 1,19 kali dan meningkat sesuai dengan lamanya pemakaian.

3 Merokok
Tembakau mengandung bahan-bahan karsinogen baik yang dihisap sebagai rokok/sigaret atau dikunyah. Asap rokok menghasilkan polycyclic aromatic hydrocarbon heterocyclic nitrosamines. Pada wanita perokok konsentrasi nikotin pada getah serviks 56 kali lebih tinggi dibandingkan di dalam serum. Efek langsung bahan-bahan tersebut pada serviks adalah menurunkan status imun lokal sehingga dapat menjadi kokarsinogen infeksi virus.

4.Nutrisi
Antioksidan dapat melindungi DNA/RNA terhadap pengaruh buruk radikal bebas yang terbentuk akibat oksidasi karsinogen bahan kimia. Banyak sayur dan buah mengandung bahan-bahan antioksidan dan berkhasiat mencegah kanker misalnya advokat, brokoli, kol, wortel, jeruk, anggur, bawang, bayam, tomat. Dari beberapa penelitian ternyata defisiensi asam folat (folic acid), vitamin C, vitamin E, beta karoten/retinol dihubungkan dengan peningkatan risiko kanker serviks. Vitamin E,vitamin C dan beta karoten mempunyai khasiat antioksidan yang kuat. Vitamin E banyak terdapat dalam minyak nabati (kedelai, jagung, biji-bijian dan kacangkacangan).Vitamin C banyak terdapat dalamsayur-sayuran dan buah-buahan.

5 Hygiene yang buruk
Ketika terdapat virus ini pada tangan seseorang, lalu menyentuh daerah genital, virus ini akan berpindah dan dapat menginfeksi daerah serviks atau leher rahim Anda. Cara penularan lain adalah di closet pada WC umum yang sudah terkontaminasi virus ini. Seorang penderita kanker inimungkin menggunakan closet, virus HPV yang terdapat pada penderita berpindah ke closet.

Gejala kanker serviks seringkali disalahartikan oleh wanita sebagai rasa sakit akibat menstruasi atau ovulasi. Hal ini menyebabkan deteksi kanker serviks menyadi lebih sulit hingga baru diketahui pada tahap lebih lanjut. Meski begitu, ada beberapa gejala tersembunyi kanker serviks yang harus diketahui oleh semua wanita, seperti dilansir oleh Health Me Up (02/01).
1.      Pendarahan tak normal
Wanita yang memiliki kanker serviks biasanya mengalami pendarahan yang tak normal pada bagian vagina. Dalam sebulan, pendarahan bisa jadi parah atau hanya sedikit.
2.      Keputihan parah
Gejala kanker serviks lainnya adalah terjadinya keputihan yang cukup parah. Hal ini tentu saja berbeda bagi tiap wanita. Beberapa bisa mengalami keputihan yang berbau tak sedap, tebal, atau sangat berlendir. Jika Anda mendapati keputihan yang tak biasa sebaiknya segera periksakan diri ke dokter kandungan.
3.      Nyeri panggul
Seseorang bisa saja mengalami nyeri panggul saat mengalami menstruasi. Hal ini normal.Namun Anda harus waspada jika nyeri panggul terjadi di saat-saat lainnya. Wanita yang memiliki kanker serviks biasa mengalami nyeri panggul selama berjam-jam. Rasa sakit sakit bisa berupa nyeri yang tajam, ringan, atau sangat parah.
4.      Nyeri saat buang air kecil
Merasa sakit dan nyeri saat buang air kecil bisa dirasakan penderita kanker serviks stadium lanjut. Hal ini biasa terjadi jika kanker serviks telah menyebar ke kandung kemih.

5.      Pendarahan saat tidak menstruasi, setelah seks, atau saat pemeriksaan panggul
Terjadinya pendarahan saat berhubungan seks atau pemeriksaan panggul adalah salah satu gejala kanker serviks. Hal ini disebabkan oleh iritasi pada leher rahim selama beraktivitas. Meski begitu, ada banyak hal yang bisa menyebabkan pendarahan setelah aktivitas atau seks pada wanita.

Karena tidak ada gejala khusus dalam kasus kanker serviks maka deteksi dini adalah cara terbaik untuk mencegahnya

Deteksi Dini Kanker Serviks
Deteksi dini kanker serviks yang ideal adalah pemeriksaan Papanicolaou (dikenaldengan sitologi Pap smear), baik sitologi konvensional maupun berbasis cairan, yang dikombinasikan dengan pemeriksaan DNA HPV. Menurut NCCN Guidelines ver1.2011 Cervical Cancer Screening, deteksi dini kanker serviks dengan sitologiPap smear dimulai saat wanita berumur 21 sampai 29 tahun dengan frekuensi pemeriksaan setiap 2 tahun. Bagi wanita umur 30 tahun atau lebih, selain sitologi, juga disarankan untuk menjalani pemeriksaan DNA HPV. Apabila ditemukan hasil negatif pada pemeriksaan sitologi dan DNA HPV, pemeriksaan dapat kembali dilakukan setelah 3 tahun.

Metode Pemeriksaan Sitologi dan DNA HPV
Deteksi dini kanker serviks dilakukan dengan pemeriksaan sitologi dan DNA HPV menggunakan spesimen berupa sel-sel serviks. Untuk memastikan kualitas sampel yang baik, area pengambilan specimen difokuskan pada zona transformasi (zona antara bagian ektoserviks dan endoserviks). Pengambilan spesimen sebaiknya dilakukan 3600 mengelilingi zona transformasi sebanyak 5 kali. Sampel untuk pemeriksaan sitologi dan DNA HPV sebaiknya mengandung sel-sel endoserviks sebagai parameter bahwa selsel di zona transformasi juga sudah terambil. Pada masa lalu, sampel yang tidak mengandung sel-sel endoserviks disarankan untuk dilakukan pemeriksaan ulang. Namun, beberapa studi menunjukkan wanita dengan hasil sitologi negatif tanpa sel endoserviks tidak lebih tinggi resikonya untuk mendapatkan lesi serviks di kemudian hari, dibandingkan wanita dengan hasil sitologi negatif dan sampelnya mengandung sel endoserviks. Deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan sitologi Pap smear, baik konvensional maupun berbasis cairan, bersama dengan pemeriksaan DNA HPV harus menjadi prioritas bagi setiap wanita agar risiko kematian akibat kanker serviks dapat dicegah.

0 comments:

Post a Comment

 

My Journey And Dream Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting