Friday, May 24, 2013

~~~~~~ Visit Kuningan 2013 ~~~~~~

Posted by Unknown at 4:59 PM

Hai.... Selamat Pagi Kota Kuningan!

Kuningan Milikku, Milikmu dan Milik kita Semua
Jika Kau melihat kota Kuningan di pagi hari ini, dijamin kalian akan terpesona akan keelokan alamnya yang memesona, udara segar yang belum terkontaminasi banyak polusi, burung-burung yang terbang bebas di udara, air yang sejuk, belum lagi gunung ciremai yang terlihat begitu jelas dari pinggir rumahku membuatku betah berdiri berlama-lama di luar rumah dan cukup puas hanya dengan memandangnya saja dari kejauhan. Nah,,, hari ini tanggal merah, sepertinya asyik jika kita berjalan-jalan mengunjungi berbagai objek wisata di Kota yang dijuluki Kota Kuda ini. 

 

Kabupaten Kuningan, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibukotanya adalah Kuningan. Letak astronomis kabupaten ini di antara 108°23" - 108°47" Bujur Timur dan 6°45" - 7°13" Lintang Selatan. Kabupaten ini terletak di bagian timur Jawa Barat, berbatasan dengan Kabupaten Cirebon di utara, Kabupaten Brebes (Jawa Tengah) di timur, Kabupaten Ciamis di selatan, serta Kabupaten Majalengka di barat. Kabupaten Kuningan terdiri atas 32 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah 361 desa dan 15 kelurahan. Pusat pemerintahan di Kecamatan Kuningan.

Berikut beberapa Objek Wisata yang bisa kalian kunjungi untuk mengisi hari libur ini :

Kolam Cigugur atau masyarakat setempat biasa menyebut dengan Balong Keramat Cigugur adalah objek wisata yang ada di Kabupaten Kuningan sebagai  habitat ikan langka yang disebut Kancra Bodas/ Ikan Dewa (Labaebarbus Dournensis) yang mana ikan ini jarang dijumpai di daerah lain.
Masyarakat Kabupaten Kuningan memiliki mitos ikan dewa yang terdapat di Balong Keramat di Cigugur, Darmaloka, Desa Ragawacana Kec Kramatmulya, Desa Sidamulya dan Manis Kidul Kec Jalaksana serta di Kec Pasawahan. Oleh masyarakat sekitar ikan ini tidak pernah diganggu apalagi dipancing untuk dikonsumsi.
Selain ikan dewa di kolam ini juga terdapat ikan Nilem Mangut (Osteochilus hasseltii). Jenis Ikan Mangut ini mempunyai banyak kelebihan dibanding ikan terapi lainnya, ikan ini bisa mencapai ukuran sedang sekitar 10 inc, tetapi untuk terapi bisa mulai dari ukuran 2 inc, mulutnya tidak bergigi melainkan mulutnya ditutupi lipatan kulit lunak, berumbai yang berupa otot elastis dan berguna untuk menghisap benda/makanan atau kulit mati, Ikan ini bersifat herbivora yaitu pemakan dedaunan, tidak galak dan bisa bersahabat dengan manusia.
Di objek wisata ini kita bisa menikmati terapi ikan yang bermanfaat untuk memperlancar peredaran darah.

Waduk Darma adalah sebuah waduk yang terletak di sebelah barat daya kabupaten Kuningan, tepatnya di desa Jagara- Kecamatan Darma dan berada pada lintasan jalan raya Cirebon-Kuningan-Ciamis.
Menempati areal seluas ± 425 ha, dikelilingi oleh bukit dan lembah serta pemandangan yang indah dengan udara yang sejuk. Kapasitas genangan air maksimal ± 39.000.000 m3. Jarak obyek wisata ini adalah ± 12 km dari kota Kuningan dan dari ± 37 km dari kota Cirebon .
Waduk ini memiliki sarana rekreasi, olahraga dan beberapa fasilitas diantaranya : • Areal kemping • Kolam Renang Anak-anak • Perahu Motor • Cottage, dll.
Lokasi      : Desa Jagara Kecamatan Darma, ± 12 km dari Kota Kuningan ke arah Barat Daya, atau ± 37 km dari Kota Cirebon. Koordinat : 7° 0' 26" S, 108° 24' 50" E

Curug putri dan Perkemahan Palutungan
Satu lagi kekayaan alam Indonesia yang indah dan alami yaitu Curug Putri dan Bumi Perkemahan Palutungan di Kec. Cigugur, Kab. Kuningan, Jawa Barat. Wana wisata ini berada pada ketinggian 1.100 – 1.150 mdpl, kaki Gunung Ciremai (Gunung tertinggi di Jawa Barat) dengan curah hujan 3.000 mm/tahun, dan sejuknya suhu udara antara 20 – 24C. Arealnya sebagian cukup datar sangat cocok untuk dijadikan tempat perkemahan dan tempat outbound/ gathering bersama keluarga atau teman dengan dinaungi rindangnya pepohonan pinus merkusi khas pegunungan menambah suasana menjadi berkesan lebih akrab dan romantis. Tidak jauh dari bumi perkemahan sekira 500 meter terdapat Curug Putri dengan tinggi air terjun sekitar 20 meter dan kualitas air yang sangat jernih karena berasal dari mata air alami Hutan Gunung Ciremai. Nama Curug Putri sendiri berasal dari legenda tempat tersebut sebagai tempat pemandian para putri dari Kahyangan, tempat para bidadari turun ke Bumi. Apabila ada hujan gerimis dan matahari bersinar maka dari Curug Putri ini dapat melihat Pelangi/ Katumbiri dan masyarakat meyakini bahwa ketika pelangi muncul artinya para dewi yang cantik jelita dari kahyangan sedang turun ke bumi.
Masyarakat sekitar meyakini bahwa apabila perempuan ataupun laki- laki rajin mencuci muka di Curug Putri tersebut maka dipercaya akan dimudahkan menemukan pasangan hidup/ jodonya. Hal tersebut bukanlah omong kosong karena dapat dipahami dengan rajin mencuci muka di Curug Putri tersebut dimana airnya bersumber dari mata air alami Gunung Ciremai yang sangat bersih, TDS-nya rendah, Jernih, dan Sehat maka muka yang tadinya kotor dan kelihatan loyo pun akan kelihatan menjadi lebih bersih, segar, bercahaya, dan menjadi lebih percaya diri. Aura tersebutlah yang kemudian muncul dan menjadikan muka menjadi lebih menarik dan berseri sehingga lebih mudah dalam mendapatkan jodo/ pasangan hidup. Menurut beberapa orang yang berkunjung telah banyak testimoni yang berhasil, beberapa kali berkunjung ke Curug Putri dan mencuci muka disana berhasil mendapatkan jodo/ pasangan hidup yang diidam- idamkan.

VIEW SPEKTAKULER
Pemandangan alam didalam bumi perkemahan Palutungan sendiri sangat indah, rindangnya pepohonan Pinus Merkusi, kicauan burung – burung yang hinggap di atas pohon membuat rasa dan pikiran semakin jernih. Ditambah dengan ketinggian 1.100 mdpl dari Palutungan dapat melihat pemandangan spektakuler ke arah Kota Kuningan, Cirebon, Majalengka dan Laut Jawa. Selain itu dari Palutungan juga dapat melihat pemandangan indah ke arah Waduk Darma dan Ciamis. View spektakuler bumi perkemahan Palutungan tersebut dapat di klaim sebagai yang terbaik di Kabupaten Kuningan. Selain sangat bermanfaat untuk me-refresh atau melepas lelah juga baik untuk mengagumi kekuasaan Yang Maha Kuasa yang telah menciptakan bumi Indonesia ini begitu indahnya.

AKSES MUDAH
Akses ke Bumi Perkemahan Palutungan dan Curug Putri sangat baik lokasinya tidak jauh dari Kota Kuningan, sekira 10 Km, 15 menit menggunakan kendaraan dengan scenery selama perjalanan sangat indah karena kiri dan kanan jalan dipenuhi oleh tanaman sayuran dan buah- buahan. Apabila sering jalan-jalan ke Lembang Bandung atau Cipanas Bogor maka alam bawah sadar akan berbicara inilah “Lembang/ Cipanas-nya Kuningan”. Akses Jalan dua jalur sudah diaspal dan dapat dilalui oleh berbagai jenis kendaraan termasuk sedan. Dalam perjalanan menuju Bumi Perkemahan Palutungan akan dilewati beberapa obyek wisata Kabupaten Kuningan diantaranya Wisata Air Cigugur Fish Spa dan Wisata Religi Umat Kristiani Gua Maria.

FASILITAS MEMADAI
Fasilitas Bumi Perkemahan Palutungan dilengkapi dengan Tempat Parkir, Toilet Umum, Sarana Ibadah, Warung Jajanan, Pusat Informasi, Sarana Olahraga, dan lainnya. Sinyal Telepon Seluler hampir semua operator besar cukup baik menunjukan Strong Signal, hal tersebut akan sangat memudahkan komunikasi.
Indahnya Curug Putri dan Sejuknya Bumi Perkemahan Palutungan dapat ditebus dengan tiket masuk hanya Rp. 7.000,- per orang, dapat dibilang Value For Money untuk tempat wisata yang spektakuler dengan biaya yang cukup terjangkau oleh berbagai lapisan masyarakat.

Curug Putri dan Bumi Perkemahan Palutungan saat ini telah digunakan oleh masyarakat Kabupaten Kuningan, Cirebon dan sekitarnya untuk aktifitas kumpul keluarga, gathering dan outbound perusahaan, perkemahan sekolah, pelatihan alam, dan lainnya. Untuk informasi mengenai fasilitas dan sarana outbound serta paket- paketnya dapat menghubungi linggarjati@visitkuningan.com
pinuspalutungan
curugputri1

 Gedung Perundingan Linggajati, yang terletak di kaki Gunung Ceremai Kabupaten Kuningan menyimpan sejarah lama perjalanan bangsa Indonesia. Perundingan pertama kali antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Belanda pada 10-13 November 1946, mengukir nama Linggajati, sebuah desa kecil yang sejuk dan jauh dari keramaian.
Begitu memasuki gerbang, kita akan langsung di sambut oleh penjual sovenir yang menjajakkan kaos – kaos bertemakan seputaran perjanjian Linggarjati. Masuk ke dalam pintu masuk utama sebelah kiri, para petugas akan langsung menyambut kita dengan senyum hangatnya. setiap orang hanya di kenakan biaya masuk sebesar 2 ribu rupiah. Harga yang sangat terjangkau bukan?

13573196261026284693
naskah persetujuan Linggarjati yang di pajang di dekat pintu masuk
1357322277187298990
maket gedung perundingan Linggarjati dan beberapa foto gedung perundingan Linggarjati sebelum di renovasi
Di sebelah kiri pintu masuk, terpampang pigura besar yang memuat tentang hasil perundingan Linggarjati. Di ruangan itu juga terdapat maket gedung perundingan Linggarjati dan foto – foto gedung perundingan Linggarjati sebelum di renovasi. Masuk ke dalam pintu sebelah kanan, kita akan langsung memasuki ruang sidang utama. Di sanalah tempat terjadinya perundingan Linggarjati.
13573197791159005816
Ruang sidang utama, kursi dan mejanya replika dari yang asli
1357320102495910910
Miniatur ruang sidang perundingan Linggarjati
13573225981066099114
tempat duduk delegasi Indonesia
Perundingan Linggarjati adalah perundingan antara Indonesia dan Belanda yang di lakukan di desa Linggajati, kecamatan Cilimus, kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Pemilihan Linggajati sendiri sebagai tempat perundingan merupakan usulah dari Ibu Maria Ulfah, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Sosial yang berasal dari Kuningan, dan Ayahnya juga pernah menjabat sebagai Bupati Kuningan pada masanya.
135732053218889212
Ibu Maria Ulfah, Menteri sosial yang mengusulkan Linggarjati sebagai tempat perundingan
13573227181638827861
foto suasana perundingan Linggarjati
Perundingan Linggarjati dilatar belakangi karena pihak Belanda masih belum mau mengakui kedaulatan Republik Indonesia secara penuh setelah menyatakan kemerdekaannya tanggal 17 Agustus 1945. Ada beberapa pihak yang terlibat dalam perundingan Linggarjati, diantaranya yaitu delegasi dari Belanda yang di ketuai oleh Prof. Ir. Schermerhorn dan 3 orang anggotanya yaitu Mr. Van Poll, Dr. F. De Boer dan Dr. Van Mook. Sementara Delegasi dari Indonesia diketuai oleh Sutan Sjahrir (yang saat itu menjabat sebagai Perdana Mentri) dan anggotanya yaitu Mr. Soesanto Tirtoprodjo, Dr. A. K. Gani dan Mr. Muhammad Roem, serta seorang penengah dari pihak Inggris yaitu Lord Killearn. Notulen yang ikut membantu jalannya perundingan yaitu Dr. J. Leimena, Dr. Soedarsono, Mr. Amir Sjarifudin dan Mr. Ali Budiardjo.
Perundingan Linggarjati terjadi pada tanggal 10-13 November 1946. Perudingan alot selama 4 hari itu akhirnya menghasilkan 17 pasal berupa naskah persetujuan yang kemudian di paraf oleh kedua belah pihak di Pegangsaan Timur 56 Jakarta pada tanggal 15 November 1946. Naskah persetujuan itu masih bersifat sementara dan harus mendapat persetujaun dari pemerintah kedua belah pihak. Proses penandatanganan persetujuan Linggarjati berlangsung cukup lama, karena di negeri Belanda maupun Indonesia banyak timbul rekasi keras yang menentang persetujuan ini. Barulah tanggal 25 Maret 1947 Republik Indonesia di bawah pimpinan Sutan Sjahrir dan Belanda di bawah pimpinan Prof. Ir. W. Schermerhom menandatangani persetujuan tersebut di Istana Rijswijk (sekarang Istana Negara). Isi pokok Persetujuan Linggarjati antara lain :
1. Belanda mengakui secara de facto Republik Indonesia dengan wilayah kekuasaan yang meliputi Sumatera, Jawa dan Madura.
2. Republik Indonesia dan Belanda akan bekerjasama dalam membentuk negara Indonesia Serikat, yang salah satu negara bagiannya adalah Republik Indonesia.
3. Republik Indonesia Serikat dan Belanda akan membentuk Uni Indonesia-Belanda dengan Ratu Belanda selaku ketuanya.
Meskipun pada kenyataannya setelah perjanjian Linggarjati di tandatangani, Belanda tak lantas mau mengakui kedaulatan Indonesia dan malah melancarkan aksi militer pertamanya tanggal 21 Juli 1947. Tapi perjanjian Linggarjati adalah salah satu peristiwa yang menjembatani Indonesia memperoleh pengakuan kedaulatannya dari bangsa – bangsa lain. Dimulai dari Inggris pada 31 Maret 1947, Amerika Serikat pada 23 April 1947, Mesir pada 10 Juni 1947, kemudian disusul dengan Lebanon, Syiria, Irak, Afghanistan, Saudi Arabia, Yaman dan Burma.
Di dalam ruang sidang kita akan di suguhkan foto – foto seputar perundingan Linggarjati, miniatur ruang sidang di sebelah kanan, dan kursi serta meja yang masih sama posisinya seperti saat perundingan itu berlangsung. Tapi kursi dan meja di ruang sidang itu hanya replikanya saja. Lanjut ke sebelah timur, ada beberapa kamar tidur yang digunakan oleh delegasi Belanda dan Indonesia untuk beristirahat. Foto – foto berjejer rapi di dinding kamar dan di sepanjang lorong yang menghubungkan tiap ruangan.
13573207951923727621
Ruang tidur delegasi Indonesia
1357320875523309365
Ruang tidur delegasi Belanda
Lanjut ke sebelah utara, terdapat ruang pertemuan khusus antara Presiden Soekarno dan Lord Killearn. Di sebelah ruang pertemuan khusus itu terdapat kamar tidur Lord Killearn. Ruang makan sendiri posisinya ada di sebelah barat.
13573209421210972923
Ruang pertemuan khusus antara Lord Killearn dan presiden Soekarno, besi dan murnya masih asli, hanya bagian kulit sofanya yang sudah diganti
1357321103849314348
Lord Killearn, presiden Soekarno dan Moh. Hatta, sedang berbincang di ruang pertemuan khusus
Gedung pertemuan Linggarjati memiliki luas bangunan sekitar 800m2, sementara luas tanahnya sendiri sekitar 2,4 hektar. Di bagian depan gedung pertemuan, terdapat sebuah batu besar yang memuat isi pokok perundingan Linggarjati. Halamannya sangat luas dan asri dengan udara yang sejuk dan segar. Tepat di belakang gedung pertemuan, gunung Ceremai berdiri dengan gagah dan indah. Kebetulan desa Linggajati berbatasan langsung dengan desa Linggasana di sebelah timur, dan biasanya di gunakan sebagai pintu masuk menuju jalur pendakian gunung Ceremai.
13573214241029641985
mejeng di samping batu yang memuat hasil perundingan Linggarjati
1357321650200964928
halaman depan gedung perundingan Linggarjati yang luas dan asri
Para petugas dengan setia akan memandu kita dan menjelaskan tentang jalannya perundingan serta ruangan – ruangan dan peninggalan yang ada di sana dengan sangat detail. Petugas juga menjual buku panduan tentang perundingan Linggarjati seharga 3 ribu rupiah. Wisata yang murah dan menambah pengetahuan tentang sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk memperoleh pengakuan kedaulatannya, rasanya bisa menjadi salah satu alternatif berwisata di musim liburan kali ini.
13573220731686185924
para petugas yang siap sedia menjelaskan tentang perundingan Linggarjati

Curug Sidomba berada di desa peusing-kecamatan jalaksana-kab.kuningan. curug sidomba bisa di tempuh dengan waktu 45 menit dari pusat kota kuningan. obyek wisata ini teletak di kaki gunung ciremai jadi sudah pasti alamnya sangat sejuk dan asri (sesuai dengan motto “Kuningan Asri” ).
obyek wisata ini sangat tertata dengan baik dan rapi baik itu dari akses ke tempat wisata dan infrastruktur yang disediakan. begitu rekan-rekan sampai di tempat ini rekan semua akan disambut dengan alam yang indah dan sejuk jauh dari hingar-bingar kesibukan kota besar :D .
obyek wisata sidomba saya kategorikan menjadi 2 bagian yaitu curug sidomba dan alam sidomba :D
kita akan bahas keduanya.
Curug Sidomba
“curug”  dalam bahasa indonesia adalah air terjun jadi curug sidomba sama saja dengan air terjun sidomba.kata curug sendiri diambil dari bahasa sunda. curug sidomba adalah sebuah air terjun buatan,walaupun hanya sebuah air terjun buatan, curug sidomba tetap menawarkan keindahan yg luar biasa.untuk sampai ke curug sidomba dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama 15 menit. selama di perjalanan rekan semua akan menyusuri turunan jalan setapak yang sudah tertata dengan baik yg mengedepankan konsep keamanan pengunjung. begitu sampai ke curug sidomba rasa lelah dan capek selama perjalanan tadi terbayarkan dengan keindahan curug. curug sidomba mempunyai ketinggian sekitar 3 meter.di curug tersebut juga terdapat beberapa kolam yg berisi sekumpulan ikan mas dan kancara yang ukurannya cukup besar. disana rekan semua bisa memberi makan ikan sambil melepas lelah.
Alam Sidomba
Selaian curugnya yg terkenal, di obyek wisata sidomba juga rekan semua bisa menikmati indahnya panorama kaki gunung ciremai.disana disediakan beberapa saung yang bisa rekan-rekan gunakan untuk bersaintai bersama keluarga atau teman. ada juga beberapa fasilitas tambahan yang bisa gunakan untuk sarana bersantai seperti ayunan dan perosotan :D . atau untuk rekan yang mau mengelilingi alam sidomba rekan semua bisa naik atau menyewa kendaraan khusus khas sidomba yang sangat unik.karena bagian depan mobilnya di modif  seperti kepala domba. kalo naik kendaraan pribadi rasanya kurang asyik. o..ya hampir lupa disana juga rekan semua dapat melihat domba-domba yang unik karena domba yang ada di obyek wisata sidomba  itu memiliki 3 tanduk dan adapula yg memiliki 4 tanduk. obyek wisata ini juga sering dipakai oleh anak-anak sekolah untuk berkemah,jadi kalo ada rekan-rekan yg berprofesi sebagai guru bisa mengajak murid-muridnya untuk berwisata atau berkemah di obyek wisata sidomba.

tiket masuk ke sidomba sangat murah yaitu :
Rp.5.000 untuk dewasa
Rp.3.500 untuk anak-anak

Nah ini salah satu foto dokumentasi pribadi saya saat berwisata ke curug domba :D:D


Ok Selamat Berlibur, Don't Forget to Visit Kuningan City and ENJOY WITH US.....


:D 
For more information please visit
http://www.kuningankab.go.id/
http://www.visitkuningan.com/id/

0 comments:

Post a Comment

 

My Journey And Dream Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting