Hai.... Selamat Pagi Kota Kuningan!
Kuningan Milikku, Milikmu dan Milik kita Semua
Jika Kau melihat kota Kuningan di pagi hari ini, dijamin kalian akan terpesona akan keelokan alamnya yang memesona, udara segar yang belum terkontaminasi banyak polusi, burung-burung yang terbang bebas di udara, air yang sejuk, belum lagi gunung ciremai yang terlihat begitu jelas dari pinggir rumahku membuatku betah berdiri berlama-lama di luar rumah dan cukup puas hanya dengan memandangnya saja dari kejauhan. Nah,,, hari ini tanggal merah, sepertinya asyik jika kita berjalan-jalan mengunjungi berbagai objek wisata di Kota yang dijuluki Kota Kuda ini.

Kabupaten Kuningan, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibukotanya adalah Kuningan.
Letak astronomis kabupaten ini di antara 108°23" - 108°47" Bujur Timur
dan 6°45" - 7°13" Lintang Selatan. Kabupaten ini terletak di bagian
timur Jawa Barat, berbatasan dengan Kabupaten Cirebon di utara, Kabupaten Brebes (Jawa Tengah) di timur, Kabupaten Ciamis di selatan, serta Kabupaten Majalengka di barat. Kabupaten Kuningan terdiri atas 32 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah 361 desa dan 15 kelurahan. Pusat pemerintahan di Kecamatan Kuningan.
Berikut beberapa Objek Wisata yang bisa kalian kunjungi untuk mengisi hari libur ini :
Kolam Cigugur atau masyarakat setempat biasa menyebut dengan Balong
Keramat Cigugur adalah objek wisata yang ada di Kabupaten Kuningan
sebagai habitat ikan langka yang disebut Kancra Bodas/ Ikan Dewa (Labaebarbus Dournensis) yang mana ikan ini jarang dijumpai di daerah lain.
Masyarakat Kabupaten Kuningan memiliki mitos ikan dewa yang terdapat
di Balong Keramat di Cigugur, Darmaloka, Desa Ragawacana Kec
Kramatmulya, Desa Sidamulya dan Manis Kidul Kec Jalaksana serta di Kec
Pasawahan. Oleh masyarakat sekitar ikan ini tidak pernah diganggu
apalagi dipancing untuk dikonsumsi.
Selain ikan dewa di kolam ini juga terdapat ikan Nilem Mangut (Osteochilus hasseltii). Jenis
Ikan Mangut ini mempunyai banyak kelebihan dibanding ikan terapi
lainnya, ikan ini bisa mencapai ukuran sedang sekitar 10 inc, tetapi
untuk terapi bisa mulai dari ukuran 2 inc, mulutnya tidak bergigi
melainkan mulutnya ditutupi lipatan kulit lunak, berumbai yang berupa
otot elastis dan berguna untuk menghisap benda/makanan atau kulit mati,
Ikan ini bersifat herbivora yaitu pemakan dedaunan, tidak galak dan bisa
bersahabat dengan manusia.
Di objek wisata ini kita bisa menikmati terapi ikan yang bermanfaat untuk memperlancar peredaran darah.
Waduk Darma adalah sebuah waduk yang terletak di
sebelah barat daya kabupaten Kuningan, tepatnya di desa Jagara-
Kecamatan Darma dan berada pada lintasan jalan raya
Cirebon-Kuningan-Ciamis.
Menempati areal seluas ± 425 ha, dikelilingi oleh bukit dan lembah
serta pemandangan yang indah dengan udara yang sejuk. Kapasitas genangan
air maksimal ± 39.000.000 m3. Jarak obyek wisata ini adalah ± 12 km
dari kota Kuningan dan dari ± 37 km dari kota Cirebon .
Waduk ini memiliki sarana rekreasi, olahraga dan beberapa fasilitas
diantaranya : • Areal kemping • Kolam Renang Anak-anak • Perahu Motor •
Cottage, dll.
Lokasi : Desa Jagara Kecamatan Darma, ± 12 km dari Kota Kuningan ke arah Barat Daya, atau ± 37 km dari Kota Cirebon. Koordinat : 7° 0' 26" S, 108° 24' 50" E
Curug putri dan Perkemahan Palutungan
Satu lagi kekayaan alam Indonesia yang indah dan alami yaitu Curug
Putri dan Bumi Perkemahan Palutungan di Kec. Cigugur, Kab. Kuningan,
Jawa Barat. Wana wisata ini berada pada ketinggian 1.100 – 1.150 mdpl,
kaki Gunung Ciremai (Gunung tertinggi di Jawa Barat) dengan curah hujan
3.000 mm/tahun, dan sejuknya suhu udara antara 20 – 24C. Arealnya
sebagian cukup datar sangat cocok untuk dijadikan tempat perkemahan dan
tempat outbound/ gathering bersama keluarga atau teman dengan dinaungi
rindangnya pepohonan pinus merkusi khas pegunungan menambah suasana
menjadi berkesan lebih akrab dan romantis. Tidak jauh dari bumi
perkemahan sekira 500 meter terdapat Curug Putri dengan tinggi air
terjun sekitar 20 meter dan kualitas air yang sangat jernih karena
berasal dari mata air alami Hutan Gunung Ciremai. Nama Curug Putri
sendiri berasal dari legenda tempat tersebut sebagai tempat pemandian
para putri dari Kahyangan, tempat para bidadari turun ke Bumi. Apabila
ada hujan gerimis dan matahari bersinar maka dari Curug Putri ini dapat
melihat Pelangi/ Katumbiri dan masyarakat meyakini bahwa ketika pelangi
muncul artinya para dewi yang cantik jelita dari kahyangan sedang turun
ke bumi.
Masyarakat sekitar meyakini bahwa apabila perempuan ataupun laki-
laki rajin mencuci muka di Curug Putri tersebut maka dipercaya akan
dimudahkan menemukan pasangan hidup/ jodonya. Hal tersebut bukanlah
omong kosong karena dapat dipahami dengan rajin mencuci muka di Curug
Putri tersebut dimana airnya bersumber dari mata air alami Gunung
Ciremai yang sangat bersih, TDS-nya rendah, Jernih, dan Sehat maka muka
yang tadinya kotor dan kelihatan loyo pun akan kelihatan menjadi lebih
bersih, segar, bercahaya, dan menjadi lebih percaya diri. Aura
tersebutlah yang kemudian muncul dan menjadikan muka menjadi lebih
menarik dan berseri sehingga lebih mudah dalam mendapatkan jodo/
pasangan hidup. Menurut beberapa orang yang berkunjung telah banyak
testimoni yang berhasil, beberapa kali berkunjung ke Curug Putri dan
mencuci muka disana berhasil mendapatkan jodo/ pasangan hidup yang
diidam- idamkan.
VIEW SPEKTAKULER
Pemandangan alam didalam bumi perkemahan Palutungan sendiri sangat indah, rindangnya pepohonan Pinus Merkusi, kicauan burung – burung yang hinggap di atas pohon membuat rasa dan pikiran semakin jernih. Ditambah dengan ketinggian 1.100 mdpl dari Palutungan dapat melihat pemandangan spektakuler ke arah Kota Kuningan, Cirebon, Majalengka dan Laut Jawa. Selain itu dari Palutungan juga dapat melihat pemandangan indah ke arah Waduk Darma dan Ciamis. View spektakuler bumi perkemahan Palutungan tersebut dapat di klaim sebagai yang terbaik di Kabupaten Kuningan. Selain sangat bermanfaat untuk me-refresh atau melepas lelah juga baik untuk mengagumi kekuasaan Yang Maha Kuasa yang telah menciptakan bumi Indonesia ini begitu indahnya.
AKSES MUDAH
Akses ke Bumi Perkemahan Palutungan dan Curug Putri sangat baik lokasinya tidak jauh dari Kota Kuningan, sekira 10 Km, 15 menit menggunakan kendaraan dengan scenery selama perjalanan sangat indah karena kiri dan kanan jalan dipenuhi oleh tanaman sayuran dan buah- buahan. Apabila sering jalan-jalan ke Lembang Bandung atau Cipanas Bogor maka alam bawah sadar akan berbicara inilah “Lembang/ Cipanas-nya Kuningan”. Akses Jalan dua jalur sudah diaspal dan dapat dilalui oleh berbagai jenis kendaraan termasuk sedan. Dalam perjalanan menuju Bumi Perkemahan Palutungan akan dilewati beberapa obyek wisata Kabupaten Kuningan diantaranya Wisata Air Cigugur Fish Spa dan Wisata Religi Umat Kristiani Gua Maria.
FASILITAS MEMADAI
Fasilitas Bumi Perkemahan Palutungan dilengkapi dengan Tempat Parkir, Toilet Umum, Sarana Ibadah, Warung Jajanan, Pusat Informasi, Sarana Olahraga, dan lainnya. Sinyal Telepon Seluler hampir semua operator besar cukup baik menunjukan Strong Signal, hal tersebut akan sangat memudahkan komunikasi.
Indahnya Curug Putri dan Sejuknya Bumi Perkemahan Palutungan dapat ditebus dengan tiket masuk hanya Rp. 7.000,- per orang, dapat dibilang Value For Money untuk tempat wisata yang spektakuler dengan biaya yang cukup terjangkau oleh berbagai lapisan masyarakat.
Curug Putri dan Bumi Perkemahan Palutungan saat ini telah digunakan oleh masyarakat Kabupaten Kuningan, Cirebon dan sekitarnya untuk aktifitas kumpul keluarga, gathering dan outbound perusahaan, perkemahan sekolah, pelatihan alam, dan lainnya. Untuk informasi mengenai fasilitas dan sarana outbound serta paket- paketnya dapat menghubungi linggarjati@visitkuningan.com
VIEW SPEKTAKULER
Pemandangan alam didalam bumi perkemahan Palutungan sendiri sangat indah, rindangnya pepohonan Pinus Merkusi, kicauan burung – burung yang hinggap di atas pohon membuat rasa dan pikiran semakin jernih. Ditambah dengan ketinggian 1.100 mdpl dari Palutungan dapat melihat pemandangan spektakuler ke arah Kota Kuningan, Cirebon, Majalengka dan Laut Jawa. Selain itu dari Palutungan juga dapat melihat pemandangan indah ke arah Waduk Darma dan Ciamis. View spektakuler bumi perkemahan Palutungan tersebut dapat di klaim sebagai yang terbaik di Kabupaten Kuningan. Selain sangat bermanfaat untuk me-refresh atau melepas lelah juga baik untuk mengagumi kekuasaan Yang Maha Kuasa yang telah menciptakan bumi Indonesia ini begitu indahnya.
AKSES MUDAH
Akses ke Bumi Perkemahan Palutungan dan Curug Putri sangat baik lokasinya tidak jauh dari Kota Kuningan, sekira 10 Km, 15 menit menggunakan kendaraan dengan scenery selama perjalanan sangat indah karena kiri dan kanan jalan dipenuhi oleh tanaman sayuran dan buah- buahan. Apabila sering jalan-jalan ke Lembang Bandung atau Cipanas Bogor maka alam bawah sadar akan berbicara inilah “Lembang/ Cipanas-nya Kuningan”. Akses Jalan dua jalur sudah diaspal dan dapat dilalui oleh berbagai jenis kendaraan termasuk sedan. Dalam perjalanan menuju Bumi Perkemahan Palutungan akan dilewati beberapa obyek wisata Kabupaten Kuningan diantaranya Wisata Air Cigugur Fish Spa dan Wisata Religi Umat Kristiani Gua Maria.
FASILITAS MEMADAI
Fasilitas Bumi Perkemahan Palutungan dilengkapi dengan Tempat Parkir, Toilet Umum, Sarana Ibadah, Warung Jajanan, Pusat Informasi, Sarana Olahraga, dan lainnya. Sinyal Telepon Seluler hampir semua operator besar cukup baik menunjukan Strong Signal, hal tersebut akan sangat memudahkan komunikasi.
Indahnya Curug Putri dan Sejuknya Bumi Perkemahan Palutungan dapat ditebus dengan tiket masuk hanya Rp. 7.000,- per orang, dapat dibilang Value For Money untuk tempat wisata yang spektakuler dengan biaya yang cukup terjangkau oleh berbagai lapisan masyarakat.
Curug Putri dan Bumi Perkemahan Palutungan saat ini telah digunakan oleh masyarakat Kabupaten Kuningan, Cirebon dan sekitarnya untuk aktifitas kumpul keluarga, gathering dan outbound perusahaan, perkemahan sekolah, pelatihan alam, dan lainnya. Untuk informasi mengenai fasilitas dan sarana outbound serta paket- paketnya dapat menghubungi linggarjati@visitkuningan.com


Gedung Perundingan Linggajati, yang terletak di kaki Gunung Ceremai
Kabupaten Kuningan menyimpan sejarah lama perjalanan bangsa Indonesia.
Perundingan pertama kali antara Pemerintah Republik Indonesia dengan
Belanda pada 10-13 November 1946, mengukir nama Linggajati, sebuah desa
kecil yang sejuk dan jauh dari keramaian.
Begitu memasuki gerbang, kita akan langsung di
sambut oleh penjual sovenir yang menjajakkan kaos – kaos bertemakan
seputaran perjanjian Linggarjati. Masuk ke dalam pintu masuk utama
sebelah kiri, para petugas akan langsung menyambut kita dengan senyum
hangatnya. setiap orang hanya di kenakan biaya masuk sebesar 2 ribu rupiah.
Harga yang sangat terjangkau bukan?
naskah persetujuan Linggarjati yang di pajang di dekat pintu masuk
maket gedung perundingan Linggarjati dan beberapa foto gedung perundingan Linggarjati sebelum di renovasi
Di sebelah kiri pintu masuk, terpampang
pigura besar yang memuat tentang hasil perundingan Linggarjati. Di
ruangan itu juga terdapat maket gedung perundingan Linggarjati dan foto –
foto gedung perundingan Linggarjati sebelum di renovasi. Masuk ke dalam
pintu sebelah kanan, kita akan langsung memasuki ruang sidang utama. Di
sanalah tempat terjadinya perundingan Linggarjati.
Ruang sidang utama, kursi dan mejanya replika dari yang asli
Miniatur ruang sidang perundingan Linggarjati
tempat duduk delegasi Indonesia
Perundingan Linggarjati adalah perundingan
antara Indonesia dan Belanda yang di lakukan di desa Linggajati,
kecamatan Cilimus, kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Pemilihan Linggajati
sendiri sebagai tempat perundingan merupakan usulah dari Ibu Maria
Ulfah, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Sosial yang berasal dari
Kuningan, dan Ayahnya juga pernah menjabat sebagai Bupati Kuningan pada
masanya.
Ibu Maria Ulfah, Menteri sosial yang mengusulkan Linggarjati sebagai tempat perundingan
foto suasana perundingan Linggarjati
Perundingan Linggarjati dilatar belakangi
karena pihak Belanda masih belum mau mengakui kedaulatan Republik
Indonesia secara penuh setelah menyatakan kemerdekaannya tanggal 17
Agustus 1945. Ada beberapa pihak yang terlibat dalam perundingan
Linggarjati, diantaranya yaitu delegasi dari Belanda yang di ketuai oleh
Prof. Ir. Schermerhorn dan 3 orang anggotanya yaitu Mr. Van Poll, Dr.
F. De Boer dan Dr. Van Mook. Sementara Delegasi dari Indonesia diketuai
oleh Sutan Sjahrir (yang saat itu menjabat sebagai Perdana Mentri) dan
anggotanya yaitu Mr. Soesanto Tirtoprodjo, Dr. A. K. Gani dan Mr.
Muhammad Roem, serta seorang penengah dari pihak Inggris yaitu Lord
Killearn. Notulen yang ikut membantu jalannya perundingan yaitu Dr. J.
Leimena, Dr. Soedarsono, Mr. Amir Sjarifudin dan Mr. Ali Budiardjo.
Perundingan Linggarjati terjadi pada tanggal
10-13 November 1946. Perudingan alot selama 4 hari itu akhirnya
menghasilkan 17 pasal berupa naskah persetujuan yang kemudian di paraf
oleh kedua belah pihak di Pegangsaan Timur 56 Jakarta pada tanggal 15
November 1946. Naskah persetujuan itu masih bersifat sementara dan harus
mendapat persetujaun dari pemerintah kedua belah pihak. Proses
penandatanganan persetujuan Linggarjati berlangsung cukup lama, karena
di negeri Belanda maupun Indonesia banyak timbul rekasi keras yang
menentang persetujuan ini. Barulah tanggal 25 Maret 1947 Republik
Indonesia di bawah pimpinan Sutan Sjahrir dan Belanda di bawah pimpinan
Prof. Ir. W. Schermerhom menandatangani persetujuan tersebut di Istana
Rijswijk (sekarang Istana Negara). Isi pokok Persetujuan Linggarjati antara lain :
1. Belanda mengakui secara de facto Republik Indonesia dengan wilayah kekuasaan yang meliputi Sumatera, Jawa dan Madura.
2. Republik
Indonesia dan Belanda akan bekerjasama dalam membentuk negara Indonesia
Serikat, yang salah satu negara bagiannya adalah Republik Indonesia.
3. Republik Indonesia Serikat dan Belanda akan membentuk Uni Indonesia-Belanda dengan Ratu Belanda selaku ketuanya.
Meskipun pada kenyataannya setelah perjanjian
Linggarjati di tandatangani, Belanda tak lantas mau mengakui kedaulatan
Indonesia dan malah melancarkan aksi militer pertamanya tanggal 21 Juli
1947. Tapi perjanjian Linggarjati adalah salah satu peristiwa yang
menjembatani Indonesia memperoleh pengakuan kedaulatannya dari bangsa –
bangsa lain. Dimulai dari Inggris pada 31 Maret 1947, Amerika Serikat
pada 23 April 1947, Mesir pada 10 Juni 1947, kemudian disusul dengan
Lebanon, Syiria, Irak, Afghanistan, Saudi Arabia, Yaman dan Burma.
Di dalam ruang sidang kita akan di suguhkan
foto – foto seputar perundingan Linggarjati, miniatur ruang sidang di
sebelah kanan, dan kursi serta meja yang masih sama posisinya seperti
saat perundingan itu berlangsung. Tapi kursi dan meja di ruang sidang
itu hanya replikanya saja. Lanjut ke sebelah timur, ada beberapa kamar
tidur yang digunakan oleh delegasi Belanda dan Indonesia untuk
beristirahat. Foto – foto berjejer rapi di dinding kamar dan di
sepanjang lorong yang menghubungkan tiap ruangan.
Ruang tidur delegasi Indonesia
Ruang tidur delegasi Belanda
Lanjut ke sebelah utara, terdapat ruang
pertemuan khusus antara Presiden Soekarno dan Lord Killearn. Di sebelah
ruang pertemuan khusus itu terdapat kamar tidur Lord Killearn. Ruang
makan sendiri posisinya ada di sebelah barat.
Ruang pertemuan khusus antara Lord Killearn
dan presiden Soekarno, besi dan murnya masih asli, hanya bagian kulit
sofanya yang sudah diganti
Lord Killearn, presiden Soekarno dan Moh. Hatta, sedang berbincang di ruang pertemuan khusus
Gedung pertemuan Linggarjati memiliki luas
bangunan sekitar 800m2, sementara luas tanahnya sendiri sekitar 2,4
hektar. Di bagian depan gedung pertemuan, terdapat sebuah batu besar
yang memuat isi pokok perundingan Linggarjati. Halamannya sangat luas
dan asri dengan udara yang sejuk dan segar. Tepat di belakang gedung
pertemuan, gunung Ceremai berdiri dengan gagah dan indah. Kebetulan desa
Linggajati berbatasan langsung dengan desa Linggasana di sebelah timur,
dan biasanya di gunakan sebagai pintu masuk menuju jalur pendakian
gunung Ceremai.
mejeng di samping batu yang memuat hasil perundingan Linggarjati
halaman depan gedung perundingan Linggarjati yang luas dan asri
Para petugas dengan setia akan memandu kita dan menjelaskan
tentang jalannya perundingan serta ruangan – ruangan dan peninggalan
yang ada di sana dengan sangat detail. Petugas juga menjual buku panduan
tentang perundingan Linggarjati seharga 3 ribu rupiah. Wisata yang
murah dan menambah pengetahuan tentang sejarah perjuangan bangsa
Indonesia untuk memperoleh pengakuan kedaulatannya, rasanya bisa menjadi
salah satu alternatif berwisata di musim liburan kali ini.
para petugas yang siap sedia menjelaskan tentang perundingan Linggarjati
Curug Sidomba berada di desa peusing-kecamatan
jalaksana-kab.kuningan. curug sidomba bisa di tempuh dengan waktu 45
menit dari pusat kota kuningan. obyek wisata ini teletak di kaki gunung
ciremai jadi sudah pasti alamnya sangat sejuk dan asri (sesuai dengan
motto “Kuningan Asri” ).
obyek wisata ini sangat tertata dengan baik dan rapi baik itu dari
akses ke tempat wisata dan infrastruktur yang disediakan. begitu
rekan-rekan sampai di tempat ini rekan semua akan disambut dengan alam
yang indah dan sejuk jauh dari hingar-bingar kesibukan kota besar
.
obyek wisata sidomba saya kategorikan menjadi 2 bagian yaitu curug sidomba dan alam sidomba
kita akan bahas keduanya.
Curug Sidomba
“curug” dalam bahasa indonesia adalah air terjun jadi curug sidomba
sama saja dengan air terjun sidomba.kata curug sendiri diambil dari
bahasa sunda. curug sidomba adalah sebuah air terjun buatan,walaupun
hanya sebuah air terjun buatan, curug sidomba tetap menawarkan keindahan
yg luar biasa.untuk sampai ke curug sidomba dapat ditempuh dengan
berjalan kaki selama 15 menit. selama di perjalanan rekan semua akan
menyusuri turunan jalan setapak yang sudah tertata dengan baik yg
mengedepankan konsep keamanan pengunjung. begitu sampai ke curug sidomba
rasa lelah dan capek selama perjalanan tadi terbayarkan dengan
keindahan curug. curug sidomba mempunyai ketinggian sekitar 3 meter.di
curug tersebut juga terdapat beberapa kolam yg berisi sekumpulan ikan
mas dan kancara yang ukurannya cukup besar. disana rekan semua bisa
memberi makan ikan sambil melepas lelah.
Alam Sidomba
Selaian curugnya yg terkenal, di obyek wisata sidomba juga rekan
semua bisa menikmati indahnya panorama kaki gunung ciremai.disana
disediakan beberapa saung yang bisa rekan-rekan gunakan untuk bersaintai
bersama keluarga atau teman. ada juga beberapa fasilitas tambahan yang
bisa gunakan untuk sarana bersantai seperti ayunan dan perosotan
. atau untuk rekan yang mau mengelilingi alam sidomba rekan semua bisa
naik atau menyewa kendaraan khusus khas sidomba yang sangat unik.karena
bagian depan mobilnya di modif seperti kepala domba. kalo naik
kendaraan pribadi rasanya kurang asyik. o..ya hampir lupa disana juga
rekan semua dapat melihat domba-domba yang unik karena domba yang ada di
obyek wisata sidomba itu memiliki 3 tanduk dan adapula yg memiliki 4
tanduk. obyek wisata ini juga sering dipakai oleh anak-anak sekolah
untuk berkemah,jadi kalo ada rekan-rekan yg berprofesi sebagai guru bisa
mengajak murid-muridnya untuk berwisata atau berkemah di obyek wisata
sidomba.

tiket masuk ke sidomba sangat murah yaitu :
Rp.5.000 untuk dewasa
Rp.3.500 untuk anak-anak
Nah ini salah satu foto dokumentasi pribadi saya saat berwisata ke curug domba Ok Selamat Berlibur, Don't Forget to Visit Kuningan City and ENJOY WITH US.....
For more information please visit
http://www.kuningankab.go.id/
http://www.visitkuningan.com/id/


0 comments:
Post a Comment